Berduka... Korban Tanjakan Emen - Subang

Innalillahi wa inna illaihi rojiuunnn..

Pertama tau kabar ini.. melalui foto-foto yang dishare di group sekolah Lalo...
sempet kepikiran takut untuk membuka dan memperhatikan satu persatu foto tersebut
karena foto-foto yang dishare memang serem-serem...
Malam itu, saya memilih untuk tidak membahas lagi dan menunggu untuk bisa mendapatkan info lebih lanjut melalui tayangan berita esok hari.




Ternyata, pagi-pagi sekali..
Lalo menyergap masuk kamar dan bilang,
"Una, mau ngelayat ga? Mama nya Bagus meninggal!"

Bagus itu temen sekelas Lalo..

Minggu pagi yang biasanya santai-santai, goler-goler di kasur sampai siang, langsung berubah heboh setelah saya membuka lagi group WA kelas Lalo untuk mencari info

Berita yang ada membuat saya terhenyak..
Mamanya Bagus adalah salah satu korban dari kecelakaan di tanjakan Emen - Subang.. Sabtu, 10 Februari lalu.

Ya Allaaaahh..
Langsung kebayang Bagus.. 
anak laki-laki umur 10 atau 11 tahun..
anak satu-satunya..
yang lagi persiapan mau UN di bulan Mei nanti...

Gimana perasaannya.. ditinggal Bundanya dengan cara yang tragis..

Sempet ke sana kemari.. mendatangi beberapa tempat untuk melayat.
Dan berakhir di RSUD Tangsel, tempat di mana jenazah korban dikirim dari RSUD Subang..
untuk kemudian dimandikan dan disholatkan..
baru kemudian dimakamkan di TPU di daerah Legoso..

Miris banget melihat Bagus yang terlihat begitu terpukul akan kepergian Bundanya...

Sri Martiningsih,
seorang bunda berusia 35 tahun ini sempat ragu untuk pergi karena tidak mendapatkan izin dari sang suami..
Sempat juga mengajak Bagus, sang putra. Dan kemudian batal ikut karena hari Sabtu itu, Bagus harus menjalani Try Out di SMP Dharma Karya, Pondok Cabe.

Mbak Ningsih ini kemudian 'menitipkan' Bagus untuk pergi Try Out kepada para ibu yang berangkat mendampingi anak-anak kelas VI hari itu.
Termasuk saya, yang menitipkan Lalo kepada para ibu tersebut.

Malam hari,
memang di group WA, ada satu ibu yang bertanya "kemana ya, Mama Bagus?" setelah mendapatkan foto yang dishare perihal kecelakaan..

Hanya saja, saya tidak menyangka bahwa pertanyaan itu berkaitan dengan tragedi tanjakan Emen ini.

Bertemu dengan Bagus..
Lalo dan teman-temannya langsung jatuh dalam tangis..
Tergambar mereka juga merasakan betapa sedihnya Bagus saat itu..

Sungguh keadaan ini membuat saya tak kuasa menahan air mata yang memang sudah mulai mengambang di sudut mata sejak saya menginjakkan kaki di RSUD Tangsel dan melihat suasana sekitar yang terlihat duka
Saya tak kenal secara pribadi dengan Mbak Ningsih.. tapi rasa duka yang saya rasakan begitu mendalam.

Terlintas dalam benak.. bagaimana hari-hari yang harus dijalankan Bagus tanpa sosok Bunda tercintanya...
Menjalani beratnya UN yang sudah di depan mata tanpa dampingan sang bunda...
Menjalani hidup ke depan yang akan membawa nya ke tahap pendewasaan diri..

Mungkin saya cengeng..
tapi demi Allah... di setiap peristiwa seperti ini..
anak-anak lah yang saya bayangkan..

Tak banyak kata yang bisa terucap..
selain melantukan doa, semoga Bunda nya Bagus diberikan tempat terbaik di sisi Nya..
dan Bagus bisa menjadi anak laki-laki yang tabah dan ikhlas.. menjadi anak yang sholeh nantinya..
meski tanpa dampingan Bunda tercintanya.

Bahkan ketika mengetik tulisan ini...
mata saya masih terasa panas dan berusaha menahan turunnya air mata yang membasahi pipi...

Begitu banyak yang memberikan doa untuk Mbak Ningsih dan Bagus...
agar kuat dan tabah menghadapi peristiwa ini...


 

 





Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer