Malam Tahun Baruan
Malam Tahun Baru pertama tanpa Ayah.
Selama kehidupan pernikahan gue, dari tahun 2004, baru 1 kali gue merayakan malam tahun baru tanpa suami dan anak-anak...
Yaitu di malam tahun baru 2019 (kalo nggak salah), itupun karena kerja untuk acara perayaan malam tahun baru Patrajasa di Bali.
Selebihnya, gue selalu bersama suami dan anak-anak.
Kalau dari kecil, kita asik berburu kembang api yang ada di sekitaran Jabodetabek, beberapa waktu terakhir, malam tahun baru lebih sering dengan acara makan-makan bersama keluarga Meruya.
Mulai dari bakar-bakar ayam dan sate, sampai korean barbeque dan tomyam.. yah pokoknya begitu-begitulah. Nggak pernah absen.
Tapi tahun ini, kita merayakan malam pergantian tahun tanpa Ayah.
Anak-anak bilang, yang penting kita (keluarga inti) bareng-bareng di momen istimewa ini juga. Biarpun cuma di rumah. Kita makan sambil ngobrol-ngobrol bareng aja biar cuma di teras aja.
Alhamdulillah ada rejeki buat beli hidangan barbeque-an buat di rumah. Dengan daging-daging sukiyaki, sosis, kentang goreng dan spaghetti yang semuanya kita siapin bareng-bareng.
Kebetulan juga ada Kenes dan Bubanya yang tiba-tiba ngantering macaroni schotel dan langsung kita ajak ikutan makan-makan aja sambil nunggu jam 12.
Rameeee.. karena Kenes kan tingkahnya ada aja. Trus juga kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul, seru.

Post a Comment