[Movie] Dopamine




Ingat ya!
Yang serba instan itu banyakan nggak baiknya. 

Film bioskop yang baru-baru ini keluar di Netflix ini mengajarkan kita, bahwa hidup adalah tentang pilihan. 

Banyak banget opsi yang berseliweran di sekitar kita. Hanya kita yang berhak menentukan, dan yang kita pilih, harus kita terima dengan segala konsekuensinya. 

Berkisah tentang pasangan suami istri Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon) yang memulai hidupnya berumah tangga dengan masa-masa sulit. 

Mereka ngontrak sebuah rumah sederhana di satu kawasan di pinggiran kota. 

Malik yang masih belum mendapatkan pekerjaan, disibukkan ke sana kemari melamar pekerjaan. 

Hidup rumah tangganya sudah cukup menguras biaya. Dengan banyak pinjaman dan hutang, belum lagi biaya sewa rumah yang menunggak berbulan-bulan. 

Suatu malam, ketika Malik dalam perjalanan pulang setelah wawancara kerja, ban mobilnya bocor. 

Cuaca saat itu hujan dan tentu saja menyulitkan Malik untuk mengganti sendiri ban mobilnya. Biarpun ia sudah punya ban serep dan peralatan mengganti ban itu sendiri. 

Di pinggir jalan, dalam keadaan basah kuyup, Malik berusaha untuk mengganti bannya sendirian. 

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Pengemudinya membuka kaca dan menawarkan malik untuk segera naik ke mobilnya dan diantar pulang. 

"Tinggalkan saja mobilnya di sini, kunci. Besok pagi baru ambil kembali. Ayo saya antar sampai kemana tujuan kamu," ujar si pengemudi mobil baik hati itu. 

Singkat cerita, Malik pun ikut dalam mobil seorang pria bernama Arief (Anjasmara). Dalam perjalanan, mereka banyak berbincang tentang siapa dan dari mana mereka. 

Sesampainya di rumah, Malik menawarkan Arief untuk mampir. Demi sopan santun karena Arief sudah membantunya dari kesusahan di jalan. 

Ala kadarnya Alya menyajikan mie instan dan minuman, karena hanya itu saja yang mereka miliki. Mereka benar-benar sedang dalam kesulitan keuangan. 

Nahasnya, mobil Arief tidak bisa dinyalakan saat ia hendak pulang. 

Dengan banyak pertimbangan Alya dan Malik pun mengundang Arief untuk bermalam di rumah mereka. 

Ternyata, pagi hari, mereka menemukan Arief tak bernyawa dengan sekoper uang di kamar. 

Uang itulah yang jadi sumber dari masalah dalam hidup Malik dan Alya. 

Inget kan? 
Semua yang instan bisa jadi tidak baik. 

Karena kepepet biaya hidup dan hutang yang terus dikejar-kejar rentenir, Alya dan Malik pun memutuskan untuk mengambil uang tersebut. 

Terus jenazahnya Arief dikemanain? 
Terus apa iya itu uangnya Arief beneran? 

Karena nggak masuk akal aja, Arief dengan sekoper uang pecahan seratus ribuan, tampilannya sederhana banget. Bahkan mobilnya pun sedan keluaran lawas yang mogok pulak kan. 

Tonton deh, lumayan menguras emosi. Deg-degan juga dan bingung kita mau di pihak siapa?

Karena ini bukan tentang siapa jagoannya, siapa penjahatnya. Kalo udah begini... gimana ya? 

No comments