My Baking Station

Dapur gue itu banyak banget Ratunya. 

Ada Mama (Si Ibu Suri), ada Macik (Buttler & Chef keluarga) ... dan terakhir ada gue sebagai si tukang bikin kue. 

Semuanya merasa paling berhak kalo lagi ada di dapur, yang lain harus minggir. Karena mereka semua punya otoritasnya masing-masing dan ga mau diganggu kalo lagi berkegiatan di dapur. 

Untunglah wilayah gue agak beda sama mereka berdua ya. 

Kalo Macik sudah bisa dipastikan masak untuk menu sehari-hari di rumah. Mama dengan resep-resep percobaannya (seasonal)... dan gue kan emang mostly baking ya. 

Untuk menandai bahwa gue punya wilayah sendiri, dengan segala peralatan perkakas baking yang sangat-sangat gue larang untuk juga digunakan di kegiatan memasak, jadi gue merasa perlu ada satu station atau pojokan khusus untuk menyimpan segala perkakas baking ini. 

Solusinya, karena kabinet dapur sudah penuh dengan perabotan memasak ratu-ratu permanen itu... 

Gue jadinya beli satu lemari yang diletakkan dipojokan. Karena cukup banyak dan gedombrangan, gue pilih lemari baju sih sebenarnya. Cuma dialihfungsikan menjadi baking station. 



Lemari baju dua pintu dari Ikea ini ternyata lucu juga kalo dikreasikan dengan peralatan baking gue...

Ringkesnya, lemari itu bisa gue tutup dan tidak terlihat berantakan kalo pas lagi nggak baking. 

Baru kemudian dibuka kalau sedang berkegiatan. 

Gue cukup mencari banyak kontainer (di Ikea dan toko online) untuk menata satu persatu peralatan baking. Supaya bisa muat itu semua di lemari ini. 

No comments